Rio Haryanto Kenapa saya katakan dia berjiwa nasionalis? Sebab Rio ini sudah membanggakan Indonesia dengan menjadi peserta satu-satunya...
![]() |
| Rio Haryanto |
Kog bisa disebut berjuwa Nasionalis? masih belum saya jelaskan memang. Silahkan baca lagi ! Rio ini mengalami perjalanan panjang sebelum mengikuti ajang balap skala Internasional ini. karirnya diawali dengan mengkuti ajang GP2 Series pada 2012 bersama Carlin GP2 Team. Nah, pada tahun itu juga Rio mendapat kesempatan untuk menjajal mobil Formula 1 milik Marussia sebanyak 79 lap pada ajang uji coba pembalap muda di Sirkuit Silverstone, Inggris. Hasilnya, Rio mendapat FIA superlisence yang merupakan syarat wajib dimiliki calon pebalap F1.
Pada tahun 2013, Rio bergabung dengan Addax Team, namun sayangnya Rio mendapatkan hasil yang buruk dengan hanya mampu mendapat poin pada 4 balapan saja. Meskipun demikian, dia sempat meraih podium pertamanya dengan menempati peringkat 2 pada sprint race yang berlangsung di Silverstone, Inggris.
Dan pada 2014, Rio memutuskan untuk pindah Caterham setelah mencatatkan hasil yang memuaskan pada tes di Abu Dhabi, dimana ketika itu dirinya berpasangan dengan Alexander Rossi dari Amerika Serikat.
Di musim 2015, dia bergabung dengan tim Campos Racing. Setelah mendapatkan podium posisi ke-2 di Feature Race dalam seri bahrain, Rio berhasil mendapat kemenangan perdananya di GP2. Kemenangan keduapun didapatnya dalam seri sprint race Austria, meskipun sayap depan mobilnya telah rusak. Rio juga mendapatkan kesempatan untuk menjajal mobil F1 milik Manor pada sesi tes Pascamusim yang diadakan Pirelli pada bulan Desember sebanyak 55 lap dengan catatan waktu terbaik 1:49.593 dan berada pada peringkat 15 dari 16 peserta.
Ulasan diatas memang masih belum menjelaskan kenapa dia berjiwa nasionalis. Sabar ya ! Jadi gini, untuk bisa diterima dalam ajang bergengsi skala internasional formula 1 ini, Rio Haryanto sang pembalap muda ini membutuhkan dana sebesar 15 juta Euro atau sekitar 226 Milyar rupiah. Nah, sebelumnya PT. Pertamina yang telah mensponsori Rio di ajang GP2, berjanji akan memberikan dana sebesar 5 juta Euro. Nah, kurangnya Rio dan menejemennya telah meminta bantuan pemerintah melalui Kemenpora serta berbagai pihak lainnya.
Awalnya dana sekitar 100 milyar ini memang diperdebatkan dan sedikit menghambat perjuangan Rio untuk mengikuti balap ini. Rio sempat mendapatkan tawaran untuk bermain mewakili negara tetangga yakni Malaysia. Bahkan Malaysia siap untuk membiayai segala kebutuhan Rio. Namun, ini ditolak oleh Rio, alasannya dia tidak ingin berjuang untuk negara lain. Wah, inilah yang membuat saya bangga akan sosok Rio. Karena dirinya bangga menjadi Warga Negara Indonesia dan bangga untuk mengibarkan bendera Merah Putih di ajang balap skala Internasional itu.
Setelah menanti keputusan panjang, akhirnya pada tanggal 18 Februari 2016, Tim Manor Racing secara resmi mengumumkan Rio Haryanto menjadi pebalap kedua mereka yang akan mengikuti kejuaraan F1 musim 2016 menemani pebalap asal Jerman, Pascal Wehrlein selama satu musim penuh.




COMMENTS